BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Diera
moderen ini banyak banyak fenomena-fenomena pendidikan yang srawut-marut. Mulai
dari guru mata pelajaran yang tidak meguasai cara pembelajaran didalaam kelas.
Ataupun banyak guru yang mengajar diluar keahliannya beralih pada meta
pelajaran yang lain untuk program sertifikasi, karena kekurangan jam pelajaran.
Selain itu, banyak sekarang guru disibukkan dengan program-program pemerintah.
Maka
dari itu, penulis memberikan pedoman bagi guru untuk mengajar dengan baik sesuai dengan pedoman yang ada. Penulis
menberikan teori Skinner sebagai pedoman dalam pengajaran dan mengetahui
karakteristik siswanya. Karena di Skinner
ini terdapat beberapa hukum yang mampu untuk mengetahui cara belajar.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana
konsep teoritis utama teori Burrhus Frederic Skinner?
2. Apa
yang dimaksud dengan kesalahan perilaku organisme dalam teori Burrhus Frederic
Skinner?
3. Apa
pandangan Burrhus Frederic Skinner tentang pendidikan?
1.3 TUJUAN
MAKALAH
Agar
para mahasiswa/guru mampu mengetahui teori Skinner beserta aplikasinya dalam
pendidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 KONSEP TEORITIS UTAMA BURRHUS
FREDERIC SKINNER
Ø Behaviorisme
Radikal
Skinner
mengadposi dan mengembangkan filsafat ilmiah yang dikenal sebagai radical
behaviorism. Orientasi ilmiah ini menolak bahasa ilmiah dan interpretasi ilmiah
yang mengacu pada mentalistik event (kejadian mental). Seoerti yang telah kita
bahas, beberapa teoristis belajar behavioristk mengunakan istilah seperti
dorongan, motivasi, dan tujuan, untuk menjelaskan aspek tertentu dari perilaku
manusian dan non manusia.
Ø Perilaku
Respon dan Operan
Burrhus
Frederic Skinner membedakan 2 jenis perilaku :
1) Respondent
Behavior (perilaku respon)
Yaitu sesuatu yang timbul karena
suatu stimulus yang dikena
2) Operant
Behavior (perilaku operan)
Yaitu sesuatu yang tidak
diakibatkan oleh stimulus yang tidak dikenal tapi dilakukan sendiri oleh
organisem.
·
Respon yang tidak terkondisikan
(bersyarat) atau unconditioned response adalah contoh dari perilaku respon
karena karena respon ini ditimbulkan oleh stimuli yang tak terkondisikan.
ü Contoh
respon :
Yaitu semua gerakan reflek, seperti
menarik tanggan ketika tertusuk jarum
ü Contoh
operan :
Yitu
berdiri lalu bejalan, anak yang meninggalkan suatu maninan
Kebanyakan aktifitas kita adalah
operan karena terjadi secara independen
dari stimuli, dia mengatakan bahwa kita tidak perlu tahhhu stimuli dari mana
dan tidak diketahui. Berbeda dengan respon yang bergantung dengan stimulus.
Ø Pengkondisian
Tipe S dan tipe R
ü Pengkoordinasian
tipe S juga dinamakan respondent counditioning (penguatan respon) dan identik
dengan pengkoordinasian klasik. Penkanannya pada setimulus
ü Pebgkoordinasian
tipe R yang menyangkou perilaku operan yang dititik beratkan pada respon. Yang
mana dinamakan operant counditioning (pengkondisian operan).
Ø Prinsip
Pengkondisian Operan
Ada
2 prinsip pengkondisian tipe R :
1. Setiap
respon yang diikuti dengan stimulus yang menguat cenderung akan diulang
2. Stimulus
yang menguat adalah sesuatu yang memperbesar rata-rata terjadinya respon
operan, sebuahpenguat adalah segala sesuatu yang memungkinkan probalilitas
terjadi lagi pada respon.
Ø Kotak
Skinner
Sebagian besar percobaan binatang Skinner awal
dilakukan dalam ruang tes kecil yang kemdian terkenal sebagai Skinner box
(kotak skinner). Kotak ini adalah pengembangan dari kotak teka teki yang
dipakai oleh Thorndike. Kotak Skinner biasanya memakai lantai, berkisi—kisi,
cahaya, tuas/pengungkit, dan cangkir makanan. Ketik hewan menekan tuas,
mekanisme pemberi makanan akan aktif dan secuil makanan akan jatuh ke cangkir
makanan.
Ø Pencatatan
Kumulatif
Dalam
hal ini pencatatan dicatat melalui sumbu X. Dimana tidak terjadi reaksi maka
mencatatan akan tetap sama sejajar senngan sumbu X. Bila ada reaksi maka
penulisan akan naik.
Ø Pengkondisian
Respon Penekan Tuas
Pengkoordinasian
respon penekanan-tuas menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Deprivasi : perangkat
prosedur yang dihubungkan dengan bagaimana suatu organisme melakukan tugas
tertentu. Dimana gewan selama 28 hari tidak diberi makan. Bila penguatnya
makanan.
2.
Maagazin Training : pemberian
makan di didalam wadah/kotak sekinner yang mana pemberian makan ini didahului
dengan bunyi “klik”
3.
Penekanan Tuas : hewan
sendirilah yg menekan tuas.
Ø Pembentukan
Pembentukan
(shaping) yang mana dalam pola ini tidak membutuhkan waktu lama. Dimana
hewan percobaanya diletakkan dalam box kemudian tuasnya, digantikan dengan tombol
yang diatur pada luar box. Bila, hewan
itu dekat dengan tuas maka dengan segaja penguji menekan tombol makan yang ada
diluar. Dan itu membuat hewan keseringan dan harus menekan tuas sendiri untuk
mengeluarkan makanan.
Pembentukan
tediri 2 komponen:
1. Differential
reinforment (penguatan diferensial): sebagian respon
diperkuat sebagian lainnya tidak
2. Successive
approximation(kedekatan suksesif) : hanya
respon-respon yang semakin sama dengan yang diingginkan oleh eksperimenlah yang
akan di perkuat.
Ø Pelenyapan
Yaitu
ketika kita mencabut penguat dari situasi pengkondisian operan. Setelah kita
lakukan pelenyapan sebenarnya tidak ada hal yang muncu, tetapi perilaku yang
sebelum kita lakukan penguatan. Yang dinamakan operant level (level operan), adalah frekuensi yang terjadi secara alamiah didalam
kehidupan hewan itu sebelum dia diperkenalkan dengan penguatan.
Ø Pemulihan
Sepontan
Pemulihan
Sepontan (spontaneous recovery)
adalah apabila hewan dikembalikan kesarangnya selama priode waktu tertentu dan
kemudian dikembalikan ke situasi percobaan, ia sekali lagi akan menekan tuas
dengan segera tanpa perlu dilatih lagi.
Ø Perlakuan
Takhayul (superstitious)
Dimana
hewan berperilaku yang dianggapnya mampu memenuhi kebutuhannya, dengan perilaku
berputar-putar atau sebagainya. Padahal, itu tidak berpengaruh.
Ø Operan
Diskriminatif (discriminative stimulus)
Dimana
ini ada hubungan antara Operan Diskriminatif (discriminative stimulus) + respon
operan + stimulus yang menguatkan
Contoh
: ketika kita melihat org yang tidak kita sukai + maka kita berbelok arah+ agar
kita bisa menghindari org tersebut.
Ø Penguat
Sekunder
Yaitu
Setiap stimulus yang dipasang dengan penguat utama(misal: makanan atau air)
akan memiliki properti tersendiri.
Ø Penguat
yang Digeneralisasikan (generalized
reinforcer)
Yaitu
Penguat sekunder yang dupasang dengan lebih dari satu penguat utama. Contoh:
uang. Dikarenakan bila orang lapar harus makan. Tetapi uang tidak harus orang
lapar saja tapi juga yang lain butuh uang , maka uang dinamakan penguatan tanpa
tergantungan.
Ø Perantaian
(chaining)
Yaitu
suatu respon dapat membawa organisme yang berhubungan dengan stimuli yang
bertindak sebagai SD untuk respon lainnya., yang pada gilirannya akan
menyebabkan datangnya stimuli ketiga.
Misal:
berjumpa- hallo- (tmn) hay- apa kabar- baik -
Ø Penguat
Positif dan Negatif
ü Penguaat
positif (primary positive reinforment)
ysitu apabila ditambahkan pada sesuatu respon tertentu, maka akan melimbulkan
probalitas terulang kembali respon tersebut. Contoh:makan , minum
ü Penguat
negatif (primary negative reinforment)
yaitu sesuatu yang membahayakan secara tidak sewajarnya, bagi organisme, contoh
: suara bising dll.
Ø Hukuman
(punishment)
Yaitu
mencegah pemberian sesuatu yang diharapkan organisme, atau memberii sesuatu
pada organisme sesuatu yang diharapkan.
Akibat
dari hukuman
1. Hukuman
menyebabkan efek samping emosional yang buruk
2. Hukman
menunjukan apa yang tidak boleh dilakukan organisme, bukan apa yang seharusnya
dilakukan
3. Hukuman
menjastifikasi tindakan menyakiti pihak lain
4. Berada
dalam situasi dimana perilaku dihukum kini dapat dilakukan tanpa mendapat
hukuman lagi mungin akan menyebabkananak merasa diperbolehkan melakukan lagi
5. Hukuman
akan mengakibatkan agresi terhadap perilaku penghukum dan pihak lain
6. Hukuman
sering mengganti respon yang tidak diinginkan dengan respon yang tidak
diinginkan lainnya
Ø Alternatif
untuk Hukuman
1. Piring
di pindahkan ketempat lain bila mudah di pecahkan
2. Membiarkan
respon terus dikerjakan sampai bosan.
Contoh : membiyarkan anak bermain
apai, makan permen sampai puas
3. Membiyarkan
sesuai dengan waktu, dan ini membutuhkan waktu yang lama.
Ø Jadwal
Penguatan
Partial reinforcement
effect (PRE)
dimana penguatan priskal akan mudah dilenyapkan dari pada yang penguatan
berkelanjutan atau yang 100% (yang man bila penguat tidak 100% dan tidak
berkelanjutan akan mudah di lenyapkan).
Ada beberapa jadwal penguatan yang
lazim dipakai yaitu:
a) Continuous
reinforcement schedule : setisp respon tepat
selama akuisi akan diperkuat
b) Fixed interval
reinforcement schedule : jadwal interval pen
guatan tetap
c) Fixed ration
reinforcement schedule : setiap respon ke-n
akan diperkuat
d) Variable interval
reinforcement schedule : hewan diperkuat
setelah memberi respon pada akir interval dari durasi variabel
e) Variable ration
reinforcement schedule : jadwal yang berlaku
bagi perilaku para penjudi ditempat seperti Las Vegas
f) Concurrent schedules
and the matching law : melatih burung dara
untuk mematuk dua kunci operan yang tersedia pada saat yang bersamaan tetapi
memberikan penguatan dibawah jadwal yang berbeda.