Sabtu, 05 April 2014

B. F Skinner



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Diera moderen ini banyak banyak fenomena-fenomena pendidikan yang srawut-marut. Mulai dari guru mata pelajaran yang tidak meguasai cara pembelajaran didalaam kelas. Ataupun banyak guru yang mengajar diluar keahliannya beralih pada meta pelajaran yang lain untuk program sertifikasi, karena kekurangan jam pelajaran. Selain itu, banyak sekarang guru disibukkan dengan program-program pemerintah.
Maka dari itu, penulis memberikan pedoman bagi guru untuk mengajar dengan  baik sesuai dengan pedoman yang ada. Penulis menberikan teori Skinner sebagai pedoman dalam pengajaran dan mengetahui karakteristik  siswanya. Karena di Skinner ini terdapat beberapa hukum yang mampu untuk mengetahui cara belajar.
1.2  RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana konsep teoritis utama teori Burrhus Frederic Skinner?
2.      Apa yang dimaksud dengan kesalahan perilaku organisme dalam teori Burrhus Frederic Skinner?
3.      Apa pandangan Burrhus Frederic Skinner tentang pendidikan?


1.3  TUJUAN MAKALAH
Agar para mahasiswa/guru mampu mengetahui teori Skinner beserta aplikasinya dalam pendidikan.







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 KONSEP TEORITIS UTAMA BURRHUS FREDERIC SKINNER
Ø  Behaviorisme Radikal
Skinner mengadposi dan mengembangkan filsafat ilmiah yang dikenal sebagai radical behaviorism. Orientasi ilmiah ini menolak bahasa ilmiah dan interpretasi ilmiah yang mengacu pada mentalistik event (kejadian mental). Seoerti yang telah kita bahas, beberapa teoristis belajar behavioristk mengunakan istilah seperti dorongan, motivasi, dan tujuan, untuk menjelaskan aspek tertentu dari perilaku manusian dan non manusia.
Ø  Perilaku Respon dan Operan
Burrhus Frederic Skinner membedakan 2 jenis perilaku :
1)      Respondent Behavior (perilaku respon)
Yaitu sesuatu yang timbul karena suatu stimulus yang dikena
2)      Operant Behavior (perilaku operan)
Yaitu sesuatu yang tidak diakibatkan oleh stimulus yang tidak dikenal tapi dilakukan sendiri oleh organisem.
·         Respon yang tidak terkondisikan (bersyarat) atau unconditioned response adalah contoh dari perilaku respon karena karena respon ini ditimbulkan oleh stimuli yang tak terkondisikan.
ü  Contoh respon :
Yaitu semua gerakan reflek, seperti menarik tanggan ketika tertusuk jarum
ü  Contoh operan :
Yitu berdiri lalu bejalan, anak yang meninggalkan suatu maninan
            Kebanyakan aktifitas kita adalah operan  karena terjadi secara independen dari stimuli, dia mengatakan bahwa kita tidak perlu tahhhu stimuli dari mana dan tidak diketahui. Berbeda dengan respon yang bergantung dengan stimulus.
Ø  Pengkondisian Tipe S dan tipe R
ü  Pengkoordinasian tipe S juga dinamakan respondent counditioning (penguatan respon) dan identik dengan pengkoordinasian klasik. Penkanannya pada setimulus
ü  Pebgkoordinasian tipe R yang menyangkou perilaku operan yang dititik beratkan pada respon. Yang mana dinamakan operant counditioning (pengkondisian operan).

Ø  Prinsip Pengkondisian Operan
Ada 2 prinsip pengkondisian tipe R :
1.      Setiap respon yang diikuti dengan stimulus yang menguat cenderung akan diulang
2.      Stimulus yang menguat adalah sesuatu yang memperbesar rata-rata terjadinya respon operan, sebuahpenguat adalah segala sesuatu yang memungkinkan probalilitas terjadi lagi pada respon.

Ø  Kotak Skinner
 Sebagian besar percobaan binatang Skinner awal dilakukan dalam ruang tes kecil yang kemdian terkenal sebagai Skinner box (kotak skinner). Kotak ini adalah pengembangan dari kotak teka teki yang dipakai oleh Thorndike. Kotak Skinner biasanya memakai lantai, berkisi—kisi, cahaya, tuas/pengungkit, dan cangkir makanan. Ketik hewan menekan tuas, mekanisme pemberi makanan akan aktif dan secuil makanan akan jatuh ke cangkir makanan.
Ø  Pencatatan Kumulatif
Dalam hal ini pencatatan dicatat melalui sumbu X. Dimana tidak terjadi reaksi maka mencatatan akan tetap sama sejajar senngan sumbu X. Bila ada reaksi maka penulisan akan naik.
Ø  Pengkondisian Respon Penekan Tuas
Pengkoordinasian respon penekanan-tuas menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Deprivasi : perangkat prosedur yang dihubungkan dengan bagaimana suatu organisme melakukan tugas tertentu. Dimana gewan selama 28 hari tidak diberi makan. Bila penguatnya makanan.
2.      Maagazin Training : pemberian makan di didalam wadah/kotak sekinner yang mana pemberian makan ini didahului dengan bunyi “klik”
3.      Penekanan Tuas : hewan sendirilah yg menekan tuas.

Ø  Pembentukan

Pembentukan (shaping) yang mana dalam pola ini tidak membutuhkan waktu lama. Dimana hewan percobaanya diletakkan dalam box kemudian tuasnya, digantikan dengan tombol yang diatur pada luar  box. Bila, hewan itu dekat dengan tuas maka dengan segaja penguji menekan tombol makan yang ada diluar. Dan itu membuat hewan keseringan dan harus menekan tuas sendiri untuk mengeluarkan makanan.

Pembentukan tediri 2 komponen:
1.      Differential reinforment (penguatan diferensial): sebagian respon diperkuat sebagian lainnya tidak
2.      Successive approximation(kedekatan suksesif) : hanya respon-respon yang semakin sama dengan yang diingginkan oleh eksperimenlah yang akan di perkuat.



Ø  Pelenyapan

Yaitu ketika kita mencabut penguat dari situasi pengkondisian operan. Setelah kita lakukan pelenyapan sebenarnya tidak ada hal yang muncu, tetapi perilaku yang sebelum kita lakukan penguatan. Yang dinamakan operant level (level operan), adalah  frekuensi yang terjadi secara alamiah didalam kehidupan hewan itu sebelum dia diperkenalkan dengan penguatan.

Ø  Pemulihan Sepontan
Pemulihan Sepontan (spontaneous recovery) adalah apabila hewan dikembalikan kesarangnya selama priode waktu tertentu dan kemudian dikembalikan ke situasi percobaan, ia sekali lagi akan menekan tuas dengan segera tanpa perlu dilatih lagi.

Ø  Perlakuan Takhayul (superstitious)
Dimana hewan berperilaku yang dianggapnya mampu memenuhi kebutuhannya, dengan perilaku berputar-putar atau sebagainya. Padahal, itu tidak berpengaruh.

Ø  Operan Diskriminatif (discriminative stimulus)
Dimana ini ada hubungan antara Operan Diskriminatif (discriminative stimulus) + respon  operan + stimulus yang menguatkan
Contoh : ketika kita melihat org yang tidak kita sukai + maka kita berbelok arah+ agar kita bisa menghindari org tersebut.

Ø  Penguat Sekunder
Yaitu Setiap stimulus yang dipasang dengan penguat utama(misal: makanan atau air) akan memiliki properti tersendiri.

Ø  Penguat yang Digeneralisasikan (generalized reinforcer)
Yaitu Penguat sekunder yang dupasang dengan lebih dari satu penguat utama. Contoh: uang. Dikarenakan bila orang lapar harus makan. Tetapi uang tidak harus orang lapar saja tapi juga yang lain butuh uang , maka uang dinamakan penguatan tanpa tergantungan.

Ø  Perantaian (chaining)
Yaitu suatu respon dapat membawa organisme yang berhubungan dengan stimuli yang bertindak sebagai SD untuk respon lainnya., yang pada gilirannya akan menyebabkan datangnya stimuli ketiga.
Misal: berjumpa- hallo- (tmn) hay- apa kabar- baik -

Ø  Penguat Positif dan Negatif
ü  Penguaat positif (primary positive reinforment) ysitu apabila ditambahkan pada sesuatu respon tertentu, maka akan melimbulkan probalitas terulang kembali respon tersebut. Contoh:makan , minum
ü  Penguat negatif (primary negative reinforment) yaitu sesuatu yang membahayakan secara tidak sewajarnya, bagi organisme, contoh : suara bising dll.
Ø  Hukuman (punishment)
Yaitu mencegah pemberian sesuatu yang diharapkan organisme, atau memberii sesuatu pada organisme sesuatu yang diharapkan.
Akibat dari hukuman
1.      Hukuman menyebabkan efek samping emosional yang buruk
2.      Hukman menunjukan apa yang tidak boleh dilakukan organisme, bukan apa yang seharusnya dilakukan
3.      Hukuman menjastifikasi tindakan menyakiti pihak lain
4.      Berada dalam situasi dimana perilaku dihukum kini dapat dilakukan tanpa mendapat hukuman lagi mungin akan menyebabkananak merasa diperbolehkan melakukan lagi
5.      Hukuman akan mengakibatkan agresi terhadap perilaku penghukum dan pihak lain
6.      Hukuman sering mengganti respon yang tidak diinginkan dengan respon yang tidak diinginkan lainnya

Ø  Alternatif untuk Hukuman
1.      Piring di pindahkan ketempat lain bila mudah di pecahkan
2.      Membiarkan respon terus dikerjakan sampai bosan.
Contoh : membiyarkan anak bermain apai, makan permen sampai puas
3.      Membiyarkan sesuai dengan waktu, dan ini membutuhkan waktu yang lama.

Ø  Jadwal Penguatan
Partial reinforcement effect (PRE) dimana penguatan priskal akan mudah dilenyapkan dari pada yang penguatan berkelanjutan atau yang 100% (yang man bila penguat tidak 100% dan tidak berkelanjutan akan mudah di lenyapkan).
            Ada beberapa jadwal penguatan yang lazim dipakai yaitu:
a)      Continuous reinforcement schedule : setisp respon tepat selama akuisi akan diperkuat
b)      Fixed interval reinforcement schedule : jadwal interval pen guatan tetap
c)      Fixed ration reinforcement schedule : setiap respon ke-n akan diperkuat
d)     Variable interval reinforcement schedule : hewan diperkuat setelah memberi respon pada akir interval dari durasi variabel
e)      Variable ration reinforcement schedule : jadwal yang berlaku bagi perilaku para penjudi ditempat seperti Las Vegas
f)       Concurrent schedules and the matching law : melatih burung dara untuk mematuk dua kunci operan yang tersedia pada saat yang bersamaan tetapi memberikan penguatan dibawah jadwal yang berbeda.